Kegagalan laki-laki untuk memenuhi keinginan memiliki tubuh berotot dapat menyebabkan penyakit yang timbul karena hasrat memiliki tubuh berotot (Bigorexia) yang akhirnya mengakibatkan depresi.
Penyakit ini tak jauh beda dengan Anorexia iaini penyakit yang timbul akibat hasrat untuk memiliki tubuh langsing yang menyerang kaum hawa.
Bedanya, Bigorexia muncul akibat ketidakpercayaan diri setelah gagal memenuhi hasrat untuk memiliki tubuh berotot. Si penderita merasa malu dengan bentuk tubuhnya dan menjadi tidak percaya diri, syahdan ia akan melakukan daya upaya untuk membuat tubuhnya menjadi sempurna, katanya.
Ciri utama Bigorexia adalah adanya fikiran si penderita bahwa sekeras apapun usahanya untuk mengolah raga, tubuhnya ia rasakan masih belum cukup berotot. Si penderita boleh jadi berupaya terus menerus untuk membentuk tubuhnya agar berotot, diantaranya mengasup semua makanan dan protein ke dalam tubuhnya.
Biasanya, penderita penyakit ini adalah para pria yang bertubuh kurus atau sangat kurus, sehingga hasrat untuk membesarkan tubuhnya begitu kuat dan umumnya penderita tidak memperhatikan pola makan yang sehat. Alhasil bukan tubuh bagus yang didapat, tapi malah tubuh yang rentan terhadap berbagai penyakit, katanya.
Ia mengemukakan, sebenarnya penyakit ini sudah lama muncul namun belum disadari oleh masyarakat awam. Dibanyak perkara, si penderita tidak mau mengakui bahwa dirinya terserang penyakit tersebut.
Karena penyakit ini erat kaitannya dengan kejiwaaan, maka penyelesaiannya adalah dengan menumbuhkan rasa percaya diri si penderita. Caranya dengan memberikan dukungan secara kejiwaan dan menekankan bahwa tubuhnya tidak perlu menjadi sempurna, karena tidak ada manusia yang sempurna, jelasnya.
Perkiraan konservatif menyebutkan bahwa Bigorexia telah menyerang ratusan ribu pria.
Sumber: Kapanlagi & Men’s Health